Membedakan Jenis Kopi Robusta dan Kopi Lainnya

Seringkali para penikmat kopi bingung dalam membedakan beberapa jenis kopi. Mulai kopi Robusta, kopi Arabica, dan berbagai jenis lainnya. Jenis-jenis kopi tersebut sebenarnya bisa dibedakan dari beberapa sisi, mulai dari bentuknya bijinya, citarasanya, hingga daerah asalnya. Apa saja bedanya? Sstt.., tapi sudah tahu kan kalau kopi CR1 pakai kopi Robusta?

Bentuk Biji kopi
Kopi Arabica dapat dilihat dari bentuknya yang lonjong dan memiliki rekahan berkelok pada bagian belah tengahnya. Sementera biji kopi robusta cenderung lebih bulat dan garis pada belah tengahnya berbentuk lebih lurus dibanding Arabica. Ini berbeda dengan biji kopi Lierika yang ukurannya lebih besar dan bentuk bijinya lebih simetris.

Citarasa
Kopi Robusta memiliki karakter yang lebih kuat dan kasar. Kadar kafeinnya dua kali lebih banyak, yaitu kisaran 1,8-4%. Kafein yang tinggi ini membuat kopi robusta cenderung lebih pahit karena kadar gulanya lebih rendah. Karekter ini cocok untuk mereka yang suka citarasa kopi yang kuat dan rasa yang khas. Kafein yang tinggi juga tepat sebagai penambah energi di pagi hari atau saat lembur.
Sementara itu, kopi arabika lebih fruity atau seperti campuran asam dan manis seperti buah-buahan. Aromanya juga terasa lebih wangi dibanding dengan kopi jenis lainnya.
Bagaimana dengan Liberika? Citarasa kopi ini lebih seimbang antara pahit dan manis. Simbah menyebut kopi yang punya aroma mirip Nangka tersebut belakangan jamak dihasilkan di Pekalongan. Sedangkan Excelsa dikembangkan di Malang.

Daerah Asal
Kopi Robusta bisa ditanam di ketinggian di bawah 800 mdpl dan cenderung lebih tahan terhadap serangan hama dibanding dengan jenis kopi lainnya. Beberapa daerah yang terkenal dengan kopi Robustanya di Indonesia antara lain Lampung, juga beberapa wilayah penghasil kopi di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sementara itu, kopi Arabica paling ideal ditanam di ketinggian 1.200 mdpl. Menurut beberapa sumber, kopi jenis ini dulu jamak dikembangkan di Brazil dan Ethiopia. Menghasilkan rasa kompleks ,kopi ini membutuhkan perawatan tanaman yang cukup rumit dan rentan penyakit. Tak heran jika harganya di pasaran lebih tinggi ketimbang Robusta.

Kenapa Kopi CR1 pakai Robusta?⁣
Jawabannya simple lur. ⁣
Karena Robusta punya karakater yang lebih kuat dan kasar.⁣

Kadar kafeinnya DUA KALI lebih banyak, yaitu kisaran 1,8-4%.⁣
Kafein yang nendang ini bikin robusta cenderung pahit karena kadar gulanya rendah.⁣

Karakter ini cocok bagi mereka yang suka cita rasa kopi kuat dengan rasa khas. ⁣
Kafein yang tinggi juga tepat sebagai penambah energi di pagi hari atau ketika lembur semalaman. ⁣

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Dulur CR1 jangan ragu hubungi kami!!!